HackPoint MeetUp Vol. 1 Jakarta, Bahas AI & Cybersecurity

HackPoint Academy bekerja sama dengan Interbio Technologies mengadakan diskusi panel bersama para ahli AI dan cybersecurity.

interbio, hackpoint academy, AI, cybersecurity, biometrik,

Artificial Intelligence (AI) sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat dunia. Bagaimana tidak, automasi dan kemudahan yang diberikan AI memang membawa dampak besar.

Namun, apakah AI dapat benar-benar menggantikan kemampuan manusia seutuhnya? Benarkah AI justru memiliki kendali lebih terhadap pekerjaan manusia?

interbio, hackpoint academy, AI, cybersecurity, biometrik

Merespons fenomena tersebut, HackPoint Academy bekerja sama dengan Interbio Technologies, TOTM Labs, Alfa Siber Teknologi, Zero Trust, DTS, dan SIAP, menggelar diskusi panel HackPoint MeetUp Vol. 1 Jakarta yang bertajuk “AI & Cybersecurity: Friend or foe?”. Diskusi panel ini membahas keterkaitan AI dan cybersecurity, serta sejauh mana AI memengaruhi dan mengubah masa depan cybersecurity dalam berbagai industri. Acara ini ramai dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari IT security manager, SOC analyst, security engineer, pentester, AI engineer, komunitas HackPoint, dan mahasiswa.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Arly (Head of Information Security PT Bank Aladin Syariah), Supriyanto (Security Expert PT Telkom Indonesia), Wahyu Prasetyo (IT & Cyber Risk Management Division Head PT Bank Mega), Nuzli Hernawan (VP Infrastructure & Cybersecurity PT Sigma Cipta Caraka atau Telkomsigma), Darwin (Information Security Lead PT Bank KEB Hana Indonesia), Agung Wicaksono (VP Technical, Solution & Delivery Interbio Technologies), dan para narasumber lainnya.

Acara dibuka oleh Andreas Yokom selaku CEO HackPoint yang memberikan sambutan kepada seluruh tamu. Andreas menilai, terdapat cybersecurity gap yang terjadi di Indonesia. Hal inilah yang menjadi tugas penting bagi pihak-pihak terkait untuk mengisi kesenjangan yang ada. Diskusi panel ini dapat menjadi salah satu wadah untuk saling berbagi perspektif dan solusi terkait penggunaan AI dalam cybersecurity.

Chief Strategy & Financial Officer Interbio Technologies, Bob C. Sinaga, PFM, CPA, juga menyampaikan bahwa diskusi panel ini merupakan ajang yang bagus untuk saling kenal, memperluas network, dan berdiskusi.

Sebagai penyedia solusi teknologi berbasis biometrik, Interbio turut berperan aktif dalam sosialisasi AI, cybersecurity, dan biometrik. Menurut Chief Enterprise & Government Service Officer Interbio Technologies, Feri Risnandar, cybersecurity, AI, dan biometrik saling terkait. Oleh karena itu, pemahaman, tata kelola, dan penggunaan ketiganya harus selaras.

interbio, hackpoint academy, AI, cybersecurity, biometrik

Panel discussion sesi pertama mengangkat tema financial cybersecurity industry. Berbicara soal manfaat AI, Arly mengatakan AI sangat membantu manusia untuk filter false alarm dalam memvalidasi berbagai hal, termasuk serangan siber. “AI dalam waktu dekat saya rasa tidak bisa gantikan manusia karena sifatnya supporting,” ujar Arly.

Wahyu Prasetyo berpendapat, kemunculan AI memang membawa manfaat yang luar biasa tetapi di sisi lain juga menciptakan sejumlah risiko. Beberapa risikonya antara lain kurangnya batasan, kemampuan manusia yang semakin diuji dan ditantang, serta kebocoran data yang masif. Adanya validasi terhadap AI sangatlah dibutuhkan agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

Sejalan dengan hal tersebut, Darwin mengatakan jalannya serangan kini semakin cepat. “AI merupakan tools, harus ada siapa yang pegang, bagaimana positioning-nya, dan tujuannya apa,” jelasnya.

interbio, hackpoint academy, AI, cybersecurity, biometrik

Foto: Dok. Interbio Technologies

Sesi kedua dilanjutkan dengan topik cybersecurity dalam telekomunikasi. Pakar-pakar dari perusahaan telekomunikasi menyorot kesiapan penerapan AI baik dalam industri telekomunikasi maupun lainnya.

Menurut Supriyanto, memang tantangan besar di dunia telco adalah bagaimana membangun ekosistem AI-ready dan defense-ready. Hal-hal ini pada dasarnya memiliki pengaruh penting dalam aktivitas pekerjaan karyawan, outcome yang dihasilkan, keamanan data, serta pengawasan dan validasi.

Nuzli Hernawan mengatakan, prosedur terkait adopsi AI di dalam perusahaan harus menjadi perhatian penting apabila ingin diterapkan. Jika tidak ada tata kelola dan prosedur yang jelas, maka sejumlah risiko bisa muncul contohnya data leakage.

Sejalan dengan hal tersebut, Agung Wicaksono berpendapat bahwa penggunaan AI dalam perusahaan yang hanya didasari oleh faktor FOMO tanpa tata kelola yang jelas itu berbahaya. “Secanggih dan sepintar apa pun teknologinya, tata kelola harus sudah siap untuk pengendaliannya,” ujar Agung.

Solusi AI-driven biometrics kini juga tak lepas dari berbagai tantangan. Agung memaparkan bahwa penipuan yang terjadi tak hanya sekadar fraud biasa, tetapi deepfake yang lebih advanced dan next level dalam kasus identity theft.

interbio, hackpoint academy, AI, cybersecurity, biometrik

HackPoint MeetUp Vol. 1 Jakarta sukses menjadi wadah bagi para stakeholder maupun komunitas AI dan cybersecurity untuk saling update dan berbagi perspektif.

Jadikan AI sebagai tools untuk mempermudah pekerjaan tanpa melupakan prosedur dan tata kelola dalam penggunaannya.

Cari tahu solusi AI-driven biometrics, eKYC, dan digital identity management di Interbio Technologies.

Foto: Dok. Interbio Technologies